top of page

Kisah Zaid bin Khattab, Sang Rajawali Pertempuran Yamamah [END]

  • Gambar penulis: Emma Leonard
    Emma Leonard
  • 7 Feb 2022
  • 4 menit membaca

Setelah menyimak kisah Zaid bin Khattab pt 2, bisa kita bandingkan dengan kita sekarang dan ummat saat ini, sangaat beda jauh sekali. Para sahabat sudah tahu apa tujuan mereka ketika di dunia sehingga sangat tergambar ketika menjalani kehidupan di dunia. Bisa dibuktikan dari kegigihan mereka ketika mengerjakan amalan ibadah tanpa pernah merasa iman gampang naik turun atau futur, merasa tak dianggap di dunia, bahkan yang parah itu meragukan agama dan berharap tidak ingin dilahirkan di dunia ini.

Istighfar kabiir. Astaghfirullahalaziim


Lalu bagaimana dengan kita? Kita tidak ingin menjadi seperti mereka bukan? Maka harus ada tujuan. Apa tujuan yang hendak kita raih?

Ingat-ingat lagi sob surat adz dzariyat ayat 56 yang berbunyi :

ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚Ł’ŲŖŁ Ł±Ł„Ł’Ų¬ŁŁ†Ł‘ŁŽ ŁˆŁŽŁ±Ł„Ł’Ų„ŁŁ†Ų³ŁŽ Ų„ŁŁ„Ł‘ŁŽŲ§ Ł„ŁŁŠŁŽŲ¹Ł’ŲØŁŲÆŁŁˆŁ†Ł
Terjemah Arti: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dari ayat inilah, sudah tertulis tujuan kita yaitu untuk beribadah kepada Allah. It’s so simple, right? Hanya satu kalimat saja.


Lalu setelah tahu tujuannya, maka selanjutnya adalah buat target-target yang selaras dengan tujuan. Contohnya bisaa seperti melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, mengaji Islam, dan mengamalkan seluruh perintah Allah tanpa pilih-pilih. Ingaat ya, jika perintah Allah atau syariatNya kita pilih-pilih sesuai dengan hawa nafsu, waktu atau lingkungan, maka kita sudah melenceng dari tujuan awal. Karena perilaku pilih-pilih syariat itu menjadi ciri khas kaum sekularisme.


Tapi masya Allah yaa ketika dalam pelaksanaannya tidak seindah realitanya. Kadang iman kita masih gampang sekali naikkkk, gampang juga turun drastis seperti baterai hp yang drop seketika. Ketika mood kita luar biasa bagus, dikerjakan semua ibadahnya, mulai dari sholat tasbih, tahajud, tak lupa sholat sunnah rawatib, membaca Al Quran sampai bisa khatam sehari, dan semangat ikut kajian Islam bahkan ingin sekali diadakan setiap hari mulai senin sampai senin lagi.


Taaapi, kalau mood sudah rendah, hmm semua terasa loyo dan gak semangat ngapa-ngapain. Malas ngaji, sholat sunnah diskip aja, ada kajian pun diskip juga dengan beribu-ribu alasan. Inilah yang sangat berbahaya bagi setiap jiwa muslim. Yang paling bahaya lagi, saat-saat mood turun malah didatangi oleh malaikat Izrail. Subhanallah...


Apalah guna target jika tidak direalisasikan? Apakah hanya berfungsi sebagai mempercantik buku agenda kita?


Target yang baik adalah yang dikerjakan secara terus menerus atau kontinu.

Dari ā€˜Abdullah bin ā€˜Amr bin Al ā€˜Ash radhiyallahu ā€˜anhuma, Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam berkata padaku,


ŁŠŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŲØŁ’ŲÆŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ، Ł„Ų§ŁŽ ŲŖŁŽŁƒŁŁ†Ł’ Ł…ŁŲ«Ł’Ł„ŁŽ ŁŁŁ„Ų§ŁŽŁ†Ł ، ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁŠŁŽŁ‚ŁŁˆŁ…Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽ ŁŁŽŲŖŁŽŲ±ŁŽŁƒŁŽ Ł‚ŁŁŠŁŽŲ§Ł…ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁŠŁ’Ł„Ł
ā€œWahai ā€˜Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.ā€ [HR Bukhari no 1152]

Seorang cendekiawan muslim yang bernama Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ā€Jika syaithon melihatmu kontinu dalam melakukan amalan ketaatan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.ā€[ Al Mahjah fii Sayrid Duljah, Ibnu Rajab, hal. 71. Dinukil dari Tajriidul Ittiba’ fii Bayaani Asbaabi Tafadhulil A’mal, Ibrahim bin ā€˜Amir Ar Ruhailiy, Subhanallah ya sob! :ā€(


Nah bagaimana caranya agar fokus pada target dan istiqomah melakukannya?

Kita harus tahu secara mendalam tentang Islam. Dari mana didapatnya? Dari belajar Islam secara intens dan istiqomah.


Kita dulu saat sekolah atau sampai sekarang pun belajar Islam masih seputar akhlak, hukum fiqih wanita, sholat jenazah, bahkan mentok ke pernikahan. Iya apa iya nih? Sebenarnya islam itu sangattt banyaakkk. Tidak hanya dalam aspek ibadah tapi dalam aspek sistem politik, ekonomi, sosial,sampai militer juga adaa lo sob. Jadi sangat kurang ilmu agama Islamnya kalau hanya mengandalkan ilmu yang kita dapatkan selama sekolah dan ditambah ketika kuliah. Maka saya anjurkan untuk terus mengikuti kajian Islam, karenaa menuntut ilmu, apalagi ilmu agama, maka dia wajib. Maka hukum ā€žtitip absenā€œ gak berlaku di sini sobat.


Disarikan dari hadits tentang menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224.


Ų·ŁŽŁ„ŁŽŲØŁ اْلعِلْمْ ŁŁŽŲ±ŁŲ«Ł’Ų¶ŁŽŲ©ŁŒ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ ŁƒŁŁ„ŁŁ‘ Ł…ŁŲ³Ł’Ł„ŁŁ…Ł
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."

Tetapi ilmu yang sudah kita kaji harus disampaikan pada yang belum tahu. Kenapa? Karena untuk memberitahu pada yang lain bahwa Islam itu tidak sesempit yang mereka kira. Ditambah dengan berdakwah di zaman tidak ada khilafah maka dakwah wajib hukumnya bagi setiap individu.


Berdakwah adalah tugas mulia dalam pandangan Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga dengan dakwah tersebut Allah menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baik umat) kepada umat Muhammad Shalallahu ā€˜Alaihi Wassallam.

ŁƒŁŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±ŁŽ Ų£ŁŁ…Ł‘ŁŽŲ©Ł Ų£ŁŲ®Ł’Ų±ŁŲ¬ŁŽŲŖŁ’ Ł„ŁŁ„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų³Ł ŲŖŁŽŲ£Ł’Ł…ŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ ŲØŁŲ§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ¹Ł’Ų±ŁŁˆŁŁ ŁˆŁŽŲŖŁŽŁ†Ł’Ł‡ŁŽŁˆŁ’Ł†ŁŽ Ų¹ŁŽŁ†Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŁ†ŁƒŁŽŲ±Ł ŁˆŁŽŲŖŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁˆŁ†ŁŽ ŲØŁŲ§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ€Ł‡Ł … ٔٔ٠
ā€œKalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.ā€ (QS: Ali Imron 110)

Jadi, setelah mengetahui hal itu semua maka kita harus melakukan PPL-B. apa itu?


PP : Perdalami Pahami. Belajarlah islam secara mendalam dan pahami dengan serius. Maka insya Allah ketika tahu untuk apa di dunia dan tahu tentang Islam, maka kita akan terasa ringan mengerjakan target yang dibuat untuk meraih tujuan, yaitu beribadah dan mendapatkan ridlo Allah.

L : Lanjutkan. Sobat Princess yang dirahmati Allah, ketika sudah mendapatkan ilmu, maka jangan pernah berhenti ya! Ibadah atau aktivitas yang baik adalah ketika dikerjakan sedikit-sedikit dan istiqomah. Ketika hati sudah mantap mengkaji Islam dan berniat tidak akan berhenti sampai mati, maka waktunya action, yaitu mengamalkan apa yang sudah sobat peroleh ketika mengkaji Islam.

B : Berdakwah. Dakwahkanlah apa yang sobat telah dapatkan ilmu Islamnya. Hal ini penting sekali sob, mengingat masih banyak di luar kita tidak tahu betapa LUAR BIASANYA Islam dan tidak membosankan atau mengerikan apa yang mereka kira selama ini.

Sementara, itu dulu yang bisa saya bagi pada kalian semua. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat. Tetap semangat untuk membuat target senilai akhirat sobatt.


Wassalamualaikum wr.wb[]

Komentar


Post: Blog2 Post

©2020 Zahrah Leonard

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
bottom of page