top of page

Kisah Zaid bin Khattab, Sang Rajawali Pertempuran Yamamah pt. 2

  • Gambar penulis: Emma Leonard
    Emma Leonard
  • 21 Agu 2021
  • 6 menit membaca

Zaid bin Khattab adalah kakak laki-laki Umar bin Khattab. Beliau lebih dulu memeluk Islam dan lebih dulu meninggal syahid daripada adik beliau. Posturnya tinggi dan mudah dikenal dari kejauhan. Zaid adalah seorang pahlawan ternama, yang suka berencana secara diam-diam. Amalnya yang tersembunyi inilah memancarkan permata kepahlawanannya.

Keimanannya kepada Allah, Rasulullah dan agama Nya adalah keimanan yang teguh. Ia tidak pernah ketinggalan dari Rasulullah dalam setiap peperangan. Dalam setiap pertempuran keinginan untuk menggapai kesyahidan, termasuk perang Uhud dan Yamamah.


Pada masa kepemimpinan khalifah Abu Bakar, terjadilah fitnah besar-besaran yang dilakukan oleh Musailamah al kadzab yang mulai menghasut penduduk Yamamah. Karena gerakannya yang sangat besar itu, Rajjal mengusulkan pada Abu Bakar untuk mengutus dirinya kepada mereka untuk mengajak para penduduk yang telah terhasut kembali kepada Islam. Khalifah Abu Bakar pun merestui pertemuannya itu.


Bukannya mengajak kembali pada Islam, justru Rajjal sendiri yang terkena hasutan Musailamah. Ditambah dengan pasukan Musailamah yang sagat besar mampu merapuhkan keteguhannya dan akhirnya membelot. Bahkan Rajjal pun ikut-ikutan untuk merghasut penduduk lainnya.


Berita tentang Rajjal pun terdengar sampai ke Madinah, umat Islam marah akibat perbuatan si murtad ini. Kesesatan yang semakin meluas harus segera dibendung sebelum semakin parah dan meluas. Salah satu sosok muslim yang murka dan terbakar kemarahannya untuk menjumpai Rajjal, ialah salah seorang sahabat yang mulia, yang cemerlang namanya dalam buku-buku riwayat dan sejarah dengan nama tersayang, Zaid bin Al Khattab.


Menurut pandangan Zaid, Rajjal bukan saja seorang yang murtad, melainkan lebih dari itu, ia juga seorang pembohong, munafik, dan pemecah belah. Rajjal murtad karena mengharapkan keuntungan dan kemunafikan dan kebohongan yang terkutuk.


Pertempuran Yamamah terjadi dengan suasana menyeramkan dan mengkhawatirkan. Khalid bin Walid menghimpun tentara Islam, lalu ia menyerahkan panji perang pada seseorang, yaitu Zaid bin Al Khattab.


Pada awalnya angin kemenangan berpihak pada musuh, dan banyak kaum muslim yang gugur menjadi syahid. Zaid melihat gejala turunnya mental dan semangat tempur merasuki hati sebagian kaum muslimin. Beliau lalu mendaki sebuah bukit kecil dan berseru.


ā€žWahai saudara-saudariku, tabahkanlah hati kalian, gempurlah musuh, dan serang mereka habis-habisan. Demi Allah, aku tidak akan bicara lagi sebelum mereka dibinasakan oleh Allah atau aku menemuiNya dan menyampaikan alasan-asalanku kepadaNyaā€œ

Setelah itu, beliau turun dari bukit. Beliau memusatkan serangannya ke arah Rajjal, menerobos barisan seperti panah lepas dari busurnya dan terus mencari Rajjal hingga akhirnya bayangan buruannya itu kelihatan olehnya. Ia maju lagi menerjang ke kiri dan kanan.


Setiap bayangan buruannya itu ditelan gelombang manusia yang bertempur, Zaid berusaha mengejar dan mendekatinya lalu menghantamkan pedangnya. Tetapi , gelombang manusia yang sagat hebat, menelan Rajjal sekali lagi. Zaid terus menyusup di belakangnya agar manusia terkutuk itu tidak luput dari tangannya. Akhirnya beliau dapat memegang batang lehernya dan menebaskan pedangnya ke kepalanya yang penuh dengan kepalsuan, kebohongan, dan pengkhianatan itu. Kemudian disusul dengan tewasnya tokoh-tokoh yang lain, membuat Musailamah ketakutan.


Itulah yang terjadi. Zaid bin Khattab telah menyebabkan kehancuran mutlak dalam barisan Musailamah. Zaid mengangkat kedua tangannya ke langit untuk memanjatkan doa kepada Rabbnya dan bersyukur atas nikmat-Nya.


Setelah itu, Zaid pun terus menyerang untuk mencari tujuan terakhirnya yang agung. Akhirnya, pahlawan itu gugur dan jatuh ke tanah sebagai syahid. Namun, kalian harus mengatakan, beliau bukan jatuh melainkan naik ke langit sebagai syahid. Ia telah naik ke langit dengan kebesaran, kemuliaan, dan kebahagiaan.


Masya Allah ya kisah Zaid bin Khattab.


Di tengah kericuhan perang yang pastinya ya rawan diserang dari depan belakang kanan kiri, apalagi menghindari lontaran meriam pun, Zaid tidak pernah melepaskan dari tujuannya, yaitu menjadi syahid di jalan Allah dan mengincar munafik Islam yaitu Rajjal.

Apa sih yang membuat kita sangat berbeda dengan para sahabat Rasul?


Pertama, sahabat rasul terutama Zaid bin Khattab punya yang namanya target.

Tujuan memang sangat penting untuk mengarahkan kita ya sebagai manusia untuk menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Sedangkan apa tujuan kita di dunia ini?

Allah berfirman dalam surat Adz zariyat ayat 56 :


ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚Ł’ŲŖŁ Ł±Ł„Ł’Ų¬ŁŁ†Ł‘ŁŽ ŁˆŁŽŁ±Ł„Ł’Ų„ŁŁ†Ų³ŁŽ Ų„ŁŁ„Ł‘ŁŽŲ§ Ł„ŁŁŠŁŽŲ¹Ł’ŲØŁŲÆŁŁˆŁ†Ł

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Para sahabat mengarahkan tujuan hidupnya hanya untuk Allah semata. Tidak untuk yang lainnya. Lalu bandingkan dengan ummat Islam sekarang. Tujuan umat muslim saat ini bermacam macam, bahkan ada yang sampai melupakan tujuan utamanya. Ada yang sibuk mengejar karier terus menerus. Ketika sedang mencapai puncaknya, ia meninggal dunia. Banyak yang mengejar kekayaan dan harta dunia. Ibadah hanya dilakukan dan dilaksanakan seluangnya saja. Padahal Allah berfirman dalam surat at takatsur ayat 1-2.


Ų£ŁŽŲ£ŁŽŁ„Ł’Ł‡ŁŽŁ‰Ł°ŁƒŁŁ…Ł Ł±Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŁƒŁŽŲ§Ų«ŁŲ±Ł

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu

Ų­ŁŽŲŖŁ‘ŁŽŁ‰Ł° Ų²ŁŲ±Ł’ŲŖŁŁ…Ł Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŽŁ‚ŁŽŲ§ŲØŁŲ±ŁŽ

sampai kamu masuk ke dalam kubur. Dan pasti kalian pernah dengar kalimat ini ā€žPokok asal hidup lah. Ngikutin arus. Hidup mah simple ga usah dibikin ribetā€œ iya kalau arus yang bawa mereka itu arus kembali ke laut, tapi kalau malah ngalir ke parit kotor gimana? Atau malah mengalir ke (isi sendiri)



Hayo bagaimana?



Maka agar kita bukan masuk menjadi orang yang seperti dalam surat At takatsur, maka luruskan niat dan tujuan kita, yaitu beribadah kepada Allah. Ingat bahwa dunia hanya sementara dan akhirat itu kekal. Kita ga mau ya kan sobat menjadi rugi di akhirat besok kelak. Maka luruskan tujuan kita yaitu BERIBADAH KEPADA ALLAH.


Dari tujuan itu maka dapat disusunlah target kita selama di dunia. Yaitu target yang berisi aktivitas yang bisa menggapai akhirat, dengan mencari sebanyak banyaknya amalan dan pahala ketika kita masih ada di dunia ini sob. Seperti apa targetnya kak? Bisa nih seperti mengerjakan ibadah mahdloh sebanyak banyaknya, mengaji dan mengkaji Al Quran sekaligus menerapkan perintah di dalamnya secara kaffah, rajin mengikuti kajian islam dan menyebarkannya dari apa yang kita dapatkan. Selain itu hiduplah dengan ā€žAmar ma’ruf nahi munkar, kerjakan kebaikan dan cegahlah kemunkaranā€œ


Kedua, yang harus kita perhatikan di sini ya, di luar sana selain islam, mereka sangat mempedulikan hidupnya, dengan membuat target yang aktivitasnya mengarah pada tujuannya. Sebut saja orang nonis atau kafir itu. Pada saat masa Rasul berdakwah di Mekah, para pemuka kafir Quraisy rapat bersama untuk menyusun rencana menjegal dakwah Rasul. Mereka menyusun rencananya sangat detail sekali karena punya tujuan utama : baca menghancurkan dakwah Islam. Mereka tidak ingin Islam semakin berkembang karena bisa mengancam kekuasaan mereka.


Hasil dari rencana mereka pun berjalan, banyak dari sahabat Rasul disiksa di luar ambang batas kemanusiaan, fitnah kejam, boikot, ancaman secara psikologis, dan masih banyak lagi.


Setelah zaman berganti pun, orang-orang yang memiliki tujuan untuk menghancurkan Islam juga ada pada abad 20 an, tepatnya tahun 1924. Daulah Islam atau Khilafah hancur bukan hanya karena konflik internal, tapi memang ada agen kafir yahudi yang sengaja menghacurkannya, yaitu Mustafa kemal Pasha. Apakah bapak ini tidak punya rencana dan asal menghancurkan khilafah, alias peradaban besar Islam yang mulai dirintis sejak hijrahnya Rasul sampai tahun 1924? Tidak sobat! Mereka sudah mengatur sedemikian rupa agar khilafah runtuh.


Tak cukup hanya itu saja, mereka melanjutkan rencananya hingga abad ke 21, yaitu abad kini. Dengan penyusupan budaya hedonisme yang selalu saja berputar pada food, fun and fashion, LGBT, agresi militer di negara-negara timur tengah dan selain itu yang tidak berhenti sampai pandemi merebak, ditambah dengan menghapuskan sejarah khilafah dan sekularisme.


Kafir penjajah ini membuat seluruh rencananya sejak terbentuknya negara Israel atau bahkan sebelum itu. Rencana mereka disesuaikan dengan karakter geografis dan masyarakat tiap benua. Misal Indonesia disiapkan rencana budaya Fun Food Fashion, LGBT dan hedonisme. Beda dengan timur tengah, mereka diserang dengan agresi militer karena kadar keimanan sudah tinggi dan takut bahwa jika tidak diserang maka tumbuhlah Islam dan akhirnya bangkit. Inilah yang ditakutkan oleh musuh Islam sekarang. Takut kekuasaan para lintah kapitalis digusur dengan penerapan hukum islam.


Semua aktivitas yang disusun penjajah semakin mantap dan mencengkram jauh seolah sudah tersistem. Ya, berkat menerapkan sistem kufur yang bernama kapitalisme ini di dunia ini, semakin kokoh pula penjajahan mereka. Contohnya, perda yang melegalkan hiburan malam. Perda ini melarang adanya hiburan malam yang melakukan perdagangan manusia, prostitusi, dan narkoba. Jadi jika ada hiburan malam yang berisi perempuan dan laki-laki joget ria campur baur atau ikhtilat, aksi buka aurat dan minum-minuman keras pun tak mengapa.


Padahal sudah jelas sekali bahwa Allah melarang ikhtilat, buka aurat dan minum khamr

Ł‚ŁŁ„ Ł„ŁŁ„Ł’Ł…ŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁŠŁ†ŁŽ ŁŠŁŽŲŗŁŲ¶ŁŁ‘ŁˆŲ§ مِنْ Ų£ŁŽŲØŁ’ŲµŁŽŲ§Ų±ŁŁ‡ŁŁ…Ł’

Artinya: ā€œKatakanlah pada para laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka.ā€ (QS. An-Nuur [24]: 30)

Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ų³ŁŽŲ£ŁŽŁ„Ł’ŲŖŁŁ…ŁŁˆŁ‡ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ł…ŁŽŲŖŁŽŲ§Ų¹Ł‹Ų§ ŁŁŽŲ§Ų³Ł’Ų£ŁŽŁ„ŁŁˆŁ‡ŁŁ†ŁŽŁ‘ مِنْ ŁˆŁŽŲ±ŁŽŲ§Ų”Ł Ų­ŁŲ¬ŁŽŲ§ŲØŁ

Artinya: ā€œJika kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.ā€ (QS. Al-Ahzab [33]: 53)


Ayat al quran mengenai larangan meminum khamar salah satunya di al maidah ayat 90 :


ŁŠŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł‘ŁŽŲ°ŁŁŠŁ†ŁŽ Ų¢Ł…ŁŽŁ†ŁŁˆŲ§ Ų„ŁŁ†Ł‘ŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł’Ų®ŁŽŁ…Ł’Ų±Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ł…ŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŲ±Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų£ŁŽŁ†Ł’ŲµŁŽŲ§ŲØŁ ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ²Ł’Ł„ŁŽŲ§Ł…Ł Ų±ŁŲ¬Ł’Ų³ŁŒ مِنْ Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł Ų§Ł„Ų“Ł‘ŁŽŁŠŁ’Ų·ŁŽŲ§Ł†Ł ŁŁŽŲ§Ų¬Ł’ŲŖŁŽŁ†ŁŲØŁŁˆŁ‡Ł Ł„ŁŽŲ¹ŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ ŲŖŁŁŁ’Ł„ŁŲ­ŁŁˆŁ†ŁŽ


Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.


Miris, geram, sedih bercampur jadi satu ya?


Jika hal ini dibiarkan terjadi terus menerus, maka saudara, teman, keluarga, bahkan saudara jauh kita akan mengalami penderitaan berkepanjangan tiada henti. Harus ada pihak yang berusaha menghentikan penderitaan akibat pelaksanaan rencana busuk musuh Islam.


Bagaimana caranya?


Mantapkan tujuan kita adalah hanya untuk beribadah kepada Allah, susun target-target berisi aktivitas yang mengarah pada tujuan kita agar tidak ikut arus yang telah diagendakan secara terstruktur oleh penajajah islam. Target inilah yang harus dilaksanakan, salah satunya bisa dengan memberitahu pada teman-teman yang sudah terinfeksi virus hedonisme dan fun food fashion atau yang lebih parah lagi LGBT. Sadarkan bahwa mereka tidak seharusnya menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, apalagi melawan dan menantang syariat Allah. Beri tahu bahwa jika tidak punya tujuan hidup maka akan ikut masuk arus musuh islam.


Naudzubillah kalau kita malah berbalik dan malah membela musuh Islam dan memusuhi saudara sendiri.


Itulah pentingnya hidup punya target dan tujuan. Seperti sahabat Zaid pada saat perang Yamamah, yang mana tak pernah melepaskan pandangan sama sekali pada musuh sekaligus pengkhianat islam, yaitu Rijjal. Karena keseriusan dalam targetnya itulah, Zaid berhasil menumbnagkan pengkhianat itu.


Kita juga bisa menjadi seperti sahabat Zaid, yang insya Allah bisa menumpaskan musuh Islam. Allahu akbar!

Komentar


Post: Blog2 Post

©2020 Zahrah Leonard

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
bottom of page