top of page

Kebencian yang Tiada Tara di Bumi Syam

  • Gambar penulis: Emma Leonard
    Emma Leonard
  • 26 Jan 2022
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan 2022




Awal kericuhan diawali pada tanggal 3 Mei 2021, terjadi bentrokan di daerah Sheikh Jarrah di Yerusalem timur. Israel bentrok dengan penduduk Sheikh Jarrah karena ingin mengambil alih rumah orang-orang Palestina. Serangan terus berlanjut hingga 6 Mei 2021. Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol menyerukan untuk menghentikan kebijakan pembangunan atas Israel terhadap daerah yang diduduki, khususnya daerah Sheikh Jarrah.

Kemudian pada tanggal 10 Mei 2021, bentrokan kembali pecah dengan ratusan warga Palestina dan 32 petugas polisi Israel terluka. Korban luka datang dari komplek Masjid Al-Aqsa. Lebih dari 700 warga Palestina terluka dalam kekerasan di Masjid tersebut dan bagian lain Yerusalem timur selama beberapa hari. Pada malam di hari yang sama, partai Islam yang berkuasa di Gaza, Hamas, meluncurkan tembakan roket ke Israel, yang merespons dengan serangan mematikan di daerah kantong Palestina. Kerusuhan meluas di kota-kota campuran Yahudi-Arab di Israel.


Kerusuhan tersebut membuat Rusia menyerukan pertemuan darurat antara Timur Tengah, Uni Eropa, Rusia, AS, dan PBB. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang semakin intensif. Tetapi pertemuan virtual Dewan Keamanan tidak menghasilkan pernyataan bersama.


Kemudian pada 16 Mei, Israel menyerang rumah pemimpin politik Hamas di Gaza yang menewaskan sedikitnya 42 orang, 38.000 orang mengungsi dan 2.500 orang kehilangan tempat tinggal. Serangan tersebut mendorong Presiden Prancis Macron bertemu Presiden Mesir El Sisi dan Raja Jordania Abdullah II, untuk gencatan senjata. Pada kamis malam tanggal 20 Mei 2021, kantor Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanan telah menerima inisiatif untuk gencatan senjata tanpa syarat.


Kebencian tiada ujung

Kebencian Israel alias Yahudi dimanifestasikan dalam bentuk peperangan. Bahkan kebencian tersebut sudah terjadi sejak dakwah Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam dan bahkan sebelum kelahiran beliau, yaitu zaman nabi-nabi sampai runtuhnya Khilafah pada tahun 1924 silam. Kebencian terus bergulir hingga detik ini. Mereka melakukan itu semua dikarenakan takut impian dan rencana yang tertulis di dalam kitab Talmud akan digagalkan oleh Islam.


ā€œSesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang Yahudi dan Orang-Orang musyrikā€ (QS. 5:82)

Maka mereka menggunakan segala cara dan daya upaya untuk menghalangi umat Islam, baik secara ekonomi, akidah, pertahanan dan keamanan. Bahkan kebencian mereka menyebabkan tindakan yang tidak manusiawi.


Palestina, wilayahnya berdasarkan historis meliputi wilayah Laut Tengah, Laut Mati dan sungai Jordan. Palestina juga merupakan salah satu wilayah istimewa tempat di mana nabi-nabi diutus oleh Allah, yaitu Syam. Baitul Maqdis - tempat Nabi Muhammad Isra’Mi’raj - juga bagian dari Syam. Allah pun memberkahi Syam karena banyak nabi diutus dan dilahirkan di sini, tanahnya pun subur. Dalam pandangan Islam, tanah Palestina (Syam) adalah tanah milik kaum Muslim. Ketika Rasul ber Isra’ Mi’raj, Allah memberi pesan kepada manusia bahwa kepemimpinan Al Quds dan dunia secara umum dilimpahkan kepada Rasul.


Ketika para nabi dan Rasul wafat, kepemimpinan dunia dilanjutkan oleh para Khalifah. Tercatat dalam sejarah, wilayah tersebut dibebaskan dan dikuasai oleh Islam. Pembebas Palestina yang pertama adalah Khalifah Umar bin al-Khattab setelah memenangkan perang Yarmuk. Pembebas selanjutnya adalah Shalahuddin al-Ayyubi. Ia berhasil melawan pasukan salibis pada tanggal 2 Oktober 1187 M sekaligus menguasai kembali Baitul Maqdis setelah hampir seratus tahun dikuasai oleh kaum salibis. Kaum Yahudi merasa sakit hati dan ingin menguasai kembali tanah itu. Terbukti ketika sultan Abdul Hamid II berkuasa, bapak Yahudi terbesar yaitu Theodore Herzl sampai membujuk beliau untuk memberi Palestina secara cuma-cuma, tetapi ditolak dengan tegas.


Setelah Khilafah kalah perang Dunia pertama dan runtuh pada tahun 1924, secara otomatis Palestina dikuasai kembali oleh kafir Yahudi. Tidak hanya Syam, tetapi negara-negara bagian dari Khilafah, khususnya di daerah Timur Tengah dijajah oleh negara digdaya, yaitu AS. Israel Zionis mendapatkan bantuan dari AS untuk menjajah daerah Palestina.


Diakhiri dengan perjanjian Sykes-Picot yang berbuntut Inggris membagi-bagi wilayah Khilafah sebagai jajahan bagi negara-negara Eropa lainnya. Kemudian disusul dengan deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang menyatakan dukungan bagi pembentukan sebuah ā€œkediaman nasional bagi bangsa Yahudiā€œ di Palestina. Saat itu Palestina adalah salah satu daerah di dalam wilayah negara Utsmani dan warga Yahudi di Palestina masih menjadi kaum minoritas. Deklarasi itu membuat dukungan pada gerakan zionisme semakin meningkat.


Deklarasi Balfour juga yang menjadi poin utama dalam penyusunan Memorandum Penyerahan Mandat atas Palestina kepada Inggris, yakni dokumen yang mendasari pembentukan Wilayah Mandat Palestina, cikal bakal dari teritorial Israel dan Palestina sekarang ini. Oleh sebab itu, deklarasi ini menjadi biang kerok konflik Israel – Palestina yang semakin larut. Sampai dianggap sebagai masalah yang biasa oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak melek dengan kondisi politik dan dunia.


Kemudian, dari kondisi geografis dari Palestina itu sendiri, yang termasuk dari wilayah Timur Tengah, terletak di perseberangan 3 benua – Asia, Afrika, dan Eropa. Beberapa bangsa penduduk yang mendiami awal dunia asli dari wilayah Timur Tengah, dan dekat dengan daerah mantan kekuasaan Uni Sovyet dan negeri pengemban mabdaā€˜ Kapitalisme. Timur tengah merupakan garis pertama pertahanan melawan pasukan komunisme agar tidak meluas ke daerah Afrika. Di sana juga dikelilingi oleh lautan dan jalur air serta jalur darat. Sungai Suez merupakan jalur terpendek dari Barat ke Timur, tanpa jalur ini, perjalanan dunia akan menghabiskan banyak biaya untuk bahan bakar kapal ditambah dengan banyak memakan hari karena harus memutar ke benua Afrika. Selat Hormuz yang merupakan tempat terpenting transit minyak bumi dunia, Bab el-Mandab dan terusan Suez adalah 40% rute pelayaran minyak bumi dunia. Pertahanan Maritim AS menambah keamanan di teritori tersebut. Karena hal itulah, membuat AS menjadi kuat di mata dunia karena semua peredaran perdagangan, energi dunia dan transit perjalanan dikuasainya.


Timur Tengah telah diberkahi oleh banyak kekayaan mineral, yang mana menjadi sandaran bagi pergerakan ekonomi dunia. Keberkahan tersebut telah diketahui oleh AS pada tahun 1945, ketika terdapat pertemuan di antara Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan Raja Saudi Arabia Abdul Aziz bin Saud. Sejak perang dunia ke 2, Timur Tengah menjadi wilayah dunia paling penting bagi persediaan minyak dan tambang gas yang mana keduaya menjadi kunci stabilitas dunia. Timur Tengah juga menjadi wilayah yang memproduksi 30% minyak dunia dan 16% gas alam. Selain itu, juga terdapat cadangan minyak bumi sebanyak 65% total dari seluruh dunia sekaligus 45% cadangan gas alam dunia.


Timur Tengah juga merupakan tempat pilihan untuk menyuling minyak dunia karena sederhana dan lebih murah karena minyak timur tengah merupakan tipe minyak yang paling ringan seantero dunia.


Timur Tengah juga menyimpan mayoritas hidrokarbon yang sampai kini belum ditemukan. Menurut survei Geologi AS, lebih dari 50% terdapat minyak yang masih belum ditemukan dan 30% gas alam yang terpusat di daerah Saudi Arab, Iran, Irak, Kuwait, UAE, dan Libya. Keberadaan Hidrokarbon ini menjadikan perekonomian global bersandar padanya. Dengan begitu banyak kekayaan mineral di daerah Timur Tengah, AS tidak membiarkan siapapun menguasai kekayaan alam tersebut, karena akan menggoyahkan kekuasaannya.


Pada abad ke 21, AS telah bercokol dan mengupayakan untuk tetap bercokol di Timur Tengah sejak dibawah kekuasaan Trump untuk menormalkan Zionis di daerah Timur Tengah. Zionis menjadi alat untuk mewujudkan strategi politik AS yang ingin menguasai minyak dunia di daerah Timur Tengah, khususnya di Palestina. Sehingga dibuatlah huru hara yang membuat politik Palestina tidak stabil. Ketika politik negara tidak stabil, maka secara otomatis bidang pertahanan dan keamanan negara tersebut ikut goyah. Negara tidak bisa lagi fokus untuk mengamankan kekayaan sumber daya alam.


Dari berbagai permasalahan di Palestina- Israel tersebut, banyak organisasi maupun negeri Islam mengutuk atau mengecam tindakan perbuatan biadab Israel. Mulai dari Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina dan Organisasi Kerja Sama Islam mengecam aksi Zionis Israel. Sesungguhnya yang dibutuhkan oleh Palestina khususnya Timur Tengah adalah keberadaan negara yang mampu memberikan kemanan dan kestabilan politik dalam jangka waktu panjang, bukan sekadar doa dan kiriman bantuan berupa materi.


Terdapat juga istilah apple to apple. Suatu permalasahan harus dihadapi dengan solusi yang sepadan. Jika Israel punya sokongan tenaga dan akomodasi militer dari AS, maka haruslah diputus rantai perekonomian AS. Harga senjata dan militer yang disiapkan untuk perang mengobrak abrik Palestina sudah cukup membuat ekonomi AS menurun.


Ekonomi dalam suatu negara menjadi salah satu pilar untuk menjalankan strategi dan rancangan politiknya. Ekonomi AS didasarkan pada mabda’ kapitalisme, yang mana mabda’ ini menggunakan riba sebagai jantung perekonomian dan jerat hutang kepada negara-negara berkembang. Jika Indonesia berani, maka memutus hubungan dagang internasional dengan AS akan meruntuhkan sedikit perekonomian AS. Terlebih jika seluruh negara tidak percaya dan memutus kepercayaan terhadap AS, kebangkrutan ekonomi akan dihadapi AS. Apalagi jika seluruh warga di dunia sadar bahwa kapitalisme biang dari pembiayaan perang Israel – Palestina dan perang negara-negara Islam lainnya, maka AS tidak akan mempunyai mitra ekonomi yang menyokongnya. Selama ini yang membuat AS tetap eksis adalah kepercayaan dan sikap pasrah negara.


Maka dibutuhkan adanya negara yang bersikap independen, tidak terikat pada AS untuk membebaskan dunia Timur Tengah dari jeratan zionis maupun jeratan dari pemerintahan yang diktator. Wallahu alam []

Komentar


Post: Blog2 Post

©2020 Zahrah Leonard

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter
bottom of page