Salman Al Farizi (Pencari Kebenaran Sejati) part 1
- Emma Leonard

- 7 Sep 2020
- 2 menit membaca
Diperbarui: 10 Sep 2020
Inspiring forum kali ini akan membahas se sosok sahabat Rasulullah yg setelah sekian lama dengan berbagai lika-likunya akhirnya beliau menemukan islam sebagai agamanya hingga ia menutup mata di akhir usianya. Siapa beliau? Yaitu Salman Al Farizi, Pencari kebenaran sejati.
Berbicara kebenaran , apasih yang antunna pahami dengan makna kebenaran tersebut? Kalau menurut di kbbi , kebenaran adalah keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang sesungguhnya. Nah, kebenaran yg saya maksud ini adalah kebenaran sejati dalam islam, maksudnya adalah keadaan benar sesuai dengan standar islam. Bukan standar manusia. Seperti halnya kita menyakini bahwa islam itu agama yang benar. Buktinya apa? Buktinya yaitu harus taat syariat secara keseluruhan, tidak pilih-pilih. Karena islam bukanlah agama prasmanan, yg bisa di pilih seenaknya saja, namun islam itu agama rahmatan lil 'aalamiin, rahmat bagi seluruh alam. Jadi mau tidak mau, terpaksa atau tidak, wajib bagi kita seorang muslim untuk tunduk kepada syariat Allah dengan sepenuhnya. Bukan hanya tunduk pada masalah ibadah saja atau ibadah mahdah seperti sholat,zakat, namun juga tunduk kepada perkara hubungan kepada manusia atau habluminannas seperti halnya melakukan muamalah,dilarang memakan, riba. , maupun hubungan kepada diri sendiri yaitu habluminnafsihi seperti wajib memakai jilbab bagi seorang muslimah.
Sebagai seorang muslim, kita harus tau hakikat kita sebagai manusia, untuk apa kita diciptakan , untuk apa hidup di dunia. Mengapa kita harus tau hakikat ini? Agar ketika kita melaksanakan suatu aktivitas kita akan berhati2, karena aktivitas yg kita lakukan semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Maka dari itu wajib bagi kita umat muslim harus berhati2 dan melaksanakan seluruh syariat islam tanpa terkecuali. Ntah itu habluminallah (hubungan kepada Allah), habluminnafsihi (hubungan kepada diri sendiri), dan habluminannas (hubungan kepada manusia). Dimana semua hubungan ini kita simpulkan yaitu islam rahmatan lil'aalamiin, syariat islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Namun, sedihnya mayoritas umat muslim saat ini mengabaikan itu semua, dan minimal hanya melakukan habluminallah saja, seperti halnya sholat. Itupun terkadang di akhir waktu. Benar? Disini misalnya saya beri contoh hal terdekat di kehidupan saya maupun antunna. Sobat pasti punya kan temen yg dia islam, dia sholat, tetapi pacaran? Oh banyak kak. Yaps saya juga punya, banyak banget. Ketika adzan berkumandang, kita sholat bersama, namun sebelum berangkat ,dia mengingatkan doinya "jangan lupa sholat ya sayang", misalnya seperti itu. Lalu ada lagi nih, temen2 jg pasti punya dong temen yg dia berkerudung dengan menggunakan mukena ketika sholat, tapi ketika keluar masjid langsung buka kerudung bahkan ada yg pacaran? Punya? Punya kak. Dan jangan sampai itu kita ya sobat.
Nah perlu diketahui sobat, teman2 kita inilah memang benar mereka islam, tetapi mereka hanya menggunakan islam sebagai identitas saja. Islam KTP. Buktinya apa? Buktinya kita bisa lihat kesehariannya, apakah sudah tunduk dengan menerapkan syariat islam secara keseluruhan?. Bisa dipikir sendiri ya sobat. Padahal sejatinya sebagai seorang muslim kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah, tentunya haruslah kita untuk taat syariatnya secara kaffah atau menyeluruh. Karena islam bukan hanya mengatur masalah ibadah saja. Bagaimana kita tau bahwa islam tdk hanya mengatur masalah ibadah saja? Nah sebagai seorang muslim haruslah kita memiliki ghiroh atau semangat mencari kebenaran seperti sosok salman Al farizi.
Next >>>>>>>> salman al farizi pencari kebenaran sejati part 2


![Kisah Zaid bin Khattab, Sang Rajawali Pertempuran Yamamah [END]](https://static.wixstatic.com/media/b072d2_d4eb57058c724cf2872ba0d1a44f04ab~mv2.jpg/v1/fill/w_350,h_193,al_c,q_80,enc_avif,quality_auto/b072d2_d4eb57058c724cf2872ba0d1a44f04ab~mv2.jpg)
Komentar